“Artinya : Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”[Yusuf : 100].”Artinya : Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” [Al-An’am :18]Al-Ilmu merupakan salah satu sifat Dzatiyah yang tidak akan pernah lepas dariAllah Ta’ala. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, secara global maupun terperinci.Kebijaksanaan Allah berlaku di dunia maupun di akhirat. Apabila Allahmenyempurnakan sesuatu, maka sesuatu itu tidak mengandung kerusakan.Allah telah menciptakan manusia dan Dia Maha Suci, Maha Bijaksana, lagi MahaMengetahui. [2][6]. Sifat Ar-Rizq (Memberi Rezki) [7] . Al-Quwwah (Kuat) [8]. Al-Matanah (Kokoh)
٥٨ُنيِَمْا ِُْا وُذ ُقارا َُه َا ِإ .
“Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Pemberi Rezki, Yang MempunyaiKekuatan, dan Yang Sangat Kokoh.” [Adz-Dariat : 58]Ar-Razzaq artinya Yang banyak memberi rezki secara luas (sebagaimanaditunjukkan oleh shighah mubalaghah bentuk kata yang menyangatkan. Apapunrezki yang ada di alam semesta ini berasal dari Allah Ta’ala. Rezki itu ada dua :Pertama : Rezki yang manfaatnya berlanjut sejak di dunia hingga di akhirat, yaiturezki hati. Contohnya : Ilmu, iman, dan rezki halal.Yang kedua : Rezki yang secara umum diberikan kepada seluruh manusia, yangshalih maupun yang jahat, termasuk binatang dan lain-lain.Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki sifat Al-Quwwah (Kekuatan), Al-Qawiyartinya adalah Syadidul Quwwah (Sangat Kuat). Maka, Al-Qawiy merupakansalah satu nama-Nya, yang berarti Yang Memiliki Sifat Kuat. Adapun Al-Matinberarti Yang Memiliki Puncak Kekuatan dan Kekuasaan.[3].[9]. As-Sam’u (Mendengar) [10]. Al-Bashar (Melihat)
 
١١.ُريِصَا ُعيِما َُهَو ٌءْَ ِِْثِمَ َسْيَ 
“Artinya : Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya dan Dia MahaMendengar lagi Maha Melihat.” [Asy-Sura: 11]Di antara sifat-sifat Dzatiyah Allah adalah As-Sam’u dan Al-Bashar. Jadi, Allahmemiliki sifat mendengar dan melihat, sesuai dengan keagungan-Nya, tidaksebagaimana mendengar dan melihatnya makhluk-Nya. Bahkan, pendengaran-Nya meliputi segala hal yang terdengar, dan Dia Melihat dan menyaksikan
 
 

segala sesuatu, sekalipun sesuatu tersebut tersembunyi secara lahir maupunbatin. [4]Seorang penyair berkata :Duhai Dzat Yang Melihat nyamuk, ketika mengembangkan sayapnyaDi kegelapan malam yang pekat dan kelamDan Melihat urat syaraf di lehernyaJuga otak yang didalam tulang-tulang nan amat mungil ituBerikanlah kepadaku, ampunan yang menghapuskanDosa-dosa yang kulakukan, sejak kali pertama Foote Note.[1]. Shahih Muslimâ€‌IV/2084. Lihat juga Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah‌, Al-Haras, hal. 42.[2]. Lihat Al-Ajwibah Al-Ushuliyah‌, hal.42[3]. Ar-Raudhah An-Nadiyah‌, hal. 74[4]. Lihat Ar-Raudhah An-Nadiyah‌, hal. 74 dan 112
 
AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
 Sifat : Al-Iradah, Al-Masyi’ah, Al-Mahabbah, Al-Mawaddah, Ar-Rahmah, Al-Maghfirah[11]. Sifat Al-Iradah Dan [12]. Sifat Al-Masyi’ah (Menghendaki)
 ٢٥٣.ُدِرُ َ ُَْفَ ا نِكـََو ْاُََْا َ ا ءَ ْََو 
“Artinya : Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan.Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” [Al-Baqarah : 253]
 ١٢٥َمََ ًجَرَ ًّيَض ُَْدَ ْَْَ ُِُ َأ ْِرُ نََو ِَْِِ ُَْدَ ْَرْشَ ُَِدْَ َأ ا ِِرُ نَمَ . َءَما ِ ُدصَ 
“Artinya : Siapa yang Allah berkehendak untuk memberikan petunjuk kepadanya,niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) Islam. Dan siapa yang Allahberkehendak untuk menyesatkannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesaklagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.”[Al-An’am : 125]Iradah (kehendak) Allah terbagi menjadi dua :
 
 

[1]. Al-Iradah Al-KauniyahAl-Iradah Al-Kauniyah ini bersinonim dengan Al-Masyi’ah. Iradah Kauniyah atauMasyi’ah ini berkenaan dengan apa saja yang hendak dilakukan dan diadakanoleh Allah Subhanallahu wa ta’ala Apabila Allah Subhanallahu wa ta’alamenghendaki terjadinya sesuatu, maka sesuatu itu terjadi begitu. Diamenghendakinya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
 ٨٢ُُكَيَ ْنُ ُَ َُَ ْَأ ًْيَ َاََأ اَذِإ ُُرْَأ َمِإ .
“Artinya : Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu,hanyalah berkata kepadanya “Kun” (Jadilah), maka jadilah ia.” [Yasin : 82]Jadi, apapun yang dikehendaki oleh Allah, niscaya terjadi, sedangkan apapunyang dikehendaki Allah untuk tidak terjadi, niscaya tidak terjadi.[2]. Al-Iradah Asy-Syar’iyahIradah ini berkaitan dengan apa saja yang diperintahkan oleh Allah kepadahamba-hamba-Nya, berupa hal-hal yang dicintai dan diridhai-Nya. Iradah inidisebutkan, misalnya, dalam firman Allah Ta’ala :
 ١٨٥َرْُْا ُُكِب ُدِرُ ََو َرْُيْا ُُكِب ا ُدِرُ .
“Artinya : Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendakikesukaran bagimu.” [Al-Baqarah : 185]Perbedaan Antara Kedua Iradah Ini.Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah bersifat umum, meliputi seluruh peristiwadan apapun yang terjadi di jagad raya ini, entah berupa kebaikan maupunkeburukan, kekafiran maupun keimanan, dan ketaatan maupun kemaksiatan.Adapun Al-Iradah Ad-Diniyah Asy-Syar’iyah bersifat khusus berkaitan denganapa saja yang dicintai dan diridhai oleh Allah, yang dijelaskan di dalam Al-Kitabdan As-sunah.Kedua Iradah di atas berpadu pada diri seorang hamba yang taat. Adapun orangyang bermaksiat dan kafir hanya mengikuti Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah.Artinya, ketaatan seseorang itu sesuai dengan iradah (kehendak) Allah, baik Al-Iradah Ad-Diniyah Asy-Syar’iyah maupun Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah.Adapun orang kafir, perbuatannya itu sesuai dengan iradah kauniyah qadariyah,tetapi tidak sesuai dengan iradah diniyah syar’iyah. [1][13]. Sifat Al-Mahabbah (Cinta) [14]. Al-Mawaddah (Cinta yang Murni)
 ١٩٥َنيِِْحُمْا ِحُ ا ِإ ْاَُِْَأَو .
 
 

“Artinya : Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yangberbuat baik.” [Al-Baqarah : 195]Cinta Allah itu merupakan sifat yang sesuai dengan keagungan-Nya,sebagaimana telah dijelaskan di muka. la merupakan sifat Fi’liyah, yang munculdisebabkan dilaksanakannya perintah Allah, yaitu ibadah kepada Allah denganbaik dan perbuatan baik kepada hamba-hamba-Nya. Demikian halnya sifatMawaddah. Karena Allah berfirman :
 ١٤ُوُَْا ُُفَغْا َُهَو .
“Artinya : Dan Dia Maha Pengampun dan Maha Pencinta dengan kecintaan yangmurni.” [Al-Buruj : 14]Al-Wudd artinya kecintaan yang bersih dan murni.[15]. Sifat Ar-Rahmah (Kasih Sayang), [16]. Al-Maghfirah (Mengampuni)
 ٧.ًمْِَو ًةَمْ ٍءْَ ُ َْِَو َبَ 
“Artinya : Wahai Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi sesutu.” [Ghafir :7]
 ١٠٧ُيِرا ُُفَغْا َُهَو .
“Artinya : Dan Dia Yang memberikan ampunan dan sayang.” [Yunus : 107]Pada ayat pertama, Allah menetapkan sifat rahmah bagi diri-Nya, sedangkanpada ayat kedua, Allah Subhanallahu wa ta’ala menetapkan sifat Maghfirah. Kitamenetapkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi diri-Nya, dengan artianyang layak bagi-NyaFoote Note.[1]. “Al-Aqidah Ath-Thawiyah‌, hal.116, Syarh Al-Wasithiyah‌Al-Haras, hal. 52 danAl-Ushuliyah‌, hal.48
 
AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
 Sifat : Ar-Ridha, Al-Ghadhab. As-Sukht, Al-La’n, Al-Karahiyah, Al-Wajhu, Al-Yadain, Al-Ainain
 
 

[17]. Sifat Ar-Ridha [18]. Al-Ghadhab (Marah) [19]. As-Sukht (Murka)[20]. Al-La’an (Melaknat) [2l]. Al-Karahiyah (Benci) [22]. Al-Asaf (Marah) [23]. Al-Maqt (Murka)
 ٨ُْَ اُضََو ْُْَ ُا َِض .
“Artinya : Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.” [Al-Bayyinah : 8]
 ٩٣ُََََو ِْيََ ا َِََو َيِ ًادِَخ ُََج ُُؤآَزََ ًادّمََ ًِْُ ْُْَ نََو .
“Artinya : Dan siapa membunuh seorang mukmin secara sengaja, makabalasannya adalah Jahannam, ia kekal di dalamnya, sedangkan Allah marah danmelaknatnya.” [An-Nisa’ : 93]
 ٢٨ُَاَْضِ اُهِرََو َا ََْَأ َ اُَتا ُُَِب َِَذ .
“Artinya : Itu dikarenakan mereka mengikuti apa yang menjadikan Allah murkadan mereka membenci keridhaan-Nya.” [Muhammad : 28]
 ٥٥َنيِَمْجَأ ْُهَْَرْََ ْُْِ َْمََا َُفَآ مََ .
“Artinya : Maka ketika mereka telah menyebabkan Kami marah, maka Kamimenghukum mereka.” [Az-Zukhruf : 55]
 ٣َُَْفَت َ َ اُُَت َأ ِا َدِ ًْَ َرُَ .
“Artinya : Amat besarlah kemurkaan di sisi Allah, jika kamu mengatakan apa-apayang tiada kamu kerjakan.” [Ash-Shaf : 3]
 ٤٦.ْُََِا ا َِرَ نِكـََو 
“Artinya : Tetapi Allah membenci keberangkatan mereka.” [At-Taubah : 46]Dalam ayat-ayat ini, Allah menetapkan bagi diri-Nya sifat Al-Ghadhab, marah,As-Sukht, murka, Ar- Ridha, Al-La’an (melaknat), Al-Karahiyah (benci), Al- Asaf (marah), serta Al-Maqt (murka). Ini semua merupakan sifat-sifat Af’al (perbuatan)yang dilakukan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, bila Dia menghendaki. Selainmenetapkan sifat-sifat Dzatiyah bagi Allah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah jugamenetapkan sifat-sifat Fi’liyah-Nya yang bersifat ikhtiyari (pilihan), dengan maknayang layak dengan keagungan-Nya.[24]. Al-Maji’ (Tiba) [25]. Al-Ityan (Datang)
 
 

 ٢١٠ُرْَا َِُَو ُةَكِئلَمْاَو ِَمَغْا َنّ ٍَُ ِ ا ُُَيِتْَ َأ ِإ َوُرُظَ ْَه .
“Artinya : Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan kedatangan Allah danmalaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlahperkaranya.” [Al-Baqarah : 210]
 ٢١.َ َ ُْَْا ِُ اَذِإ َ .٢٢فَ فَ ُََمْاَو َبَ ءَجَو .
“Artinya : Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut.Dan tibalah Rabbmu sedangkan malaikat berbaris-baris.” [Al-Fajr : 21-22]Ayat-ayat yang disebutkan oleh penulis ini, juga ayat-ayat yang lain, memuatpenetapan sifat Al-Maji’ (tiba’) dan Al-ltyan (datang), demikian pula sifat An-Nuzul(turun), sesuai dengan makna yang layak dengan keagungan Allah Ta’ala.Perbuatan-perbuatan ikhtiari ini dilakukan berkaitan dengan Al-Masyi’ah(kehendak) dan Al-Qudrah (kemampuan) Allah.[26]. Sifat Al-Wajhu (Wajah), [27]. Al-Yadain (Dua Tangan), [28]. Al-‘Ainain (DuaMata)
 ٢٧ِاَرْِْاَو ِََْا وُذ َّبَ ُْجَو ىَْََو .
“Artinya : Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dankemuliaan.” [Ar-Rahman : 27]
 ٤٨َِُيْَِب َِَ َّبَ ِْكُحِ ْرِْاَو .
“Artinya : Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, sesungguhnyakamu berada dalam penglihatan Mata Kami” [Ath-Thur : 48]
 
٧٥َدَيِب ُْََخ َمِ َدُْَت َأ ََََ َ .
“Artinya : Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” [Shad : 75]Dalam ayat-ayat ini terkandung penetapan wajah, dua tangan, dan dua matabagi Allah Ta’ala, dengan sifat yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Adapunhadits yang menunjukkan sifat dua mata ini, adalah sabda Nabi Sallallahu ‘alaihiwassalam :Artinya : Sesungguhnya Rabbmu tidak buta sebelah matanya.” [1]Foote Note.[1]. Fathul Bari‌XII/91 dan Muslim IV/2248
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Artinya : Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”[Yusuf : 100].”Artinya : Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” [Al-An’am :18]Al-Ilmu merupakan salah satu sifat Dzatiyah yang tidak akan pernah lepas dariAllah Ta’ala. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, secara global maupun terperinci.Kebijaksanaan Allah berlaku di dunia maupun di akhirat. Apabila Allahmenyempurnakan sesuatu, maka sesuatu itu tidak mengandung kerusakan.Allah telah menciptakan manusia dan Dia Maha Suci, Maha Bijaksana, lagi MahaMengetahui. [2][6]. Sifat Ar-Rizq (Memberi Rezki) [7] . Al-Quwwah (Kuat) [8]. Al-Matanah (Kokoh)
٥٨ُنيِَمْا ِُْا وُذ ُقارا َُه َا ِإ .
“Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Pemberi Rezki, Yang MempunyaiKekuatan, dan Yang Sangat Kokoh.” [Adz-Dariat : 58]Ar-Razzaq artinya Yang banyak memberi rezki secara luas (sebagaimanaditunjukkan oleh shighah mubalaghah bentuk kata yang menyangatkan. Apapunrezki yang ada di alam semesta ini berasal dari Allah Ta’ala. Rezki itu ada dua :Pertama : Rezki yang manfaatnya berlanjut sejak di dunia hingga di akhirat, yaiturezki hati. Contohnya : Ilmu, iman, dan rezki halal.Yang kedua : Rezki yang secara umum diberikan kepada seluruh manusia, yangshalih maupun yang jahat, termasuk binatang dan lain-lain.Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki sifat Al-Quwwah (Kekuatan), Al-Qawiyartinya adalah Syadidul Quwwah (Sangat Kuat). Maka, Al-Qawiy merupakansalah satu nama-Nya, yang berarti Yang Memiliki Sifat Kuat. Adapun Al-Matinberarti Yang Memiliki Puncak Kekuatan dan Kekuasaan.[3].[9]. As-Sam’u (Mendengar) [10]. Al-Bashar (Melihat)
 
١١.ُريِصَا ُعيِما َُهَو ٌءْَ ِِْثِمَ َسْيَ 
“Artinya : Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya dan Dia MahaMendengar lagi Maha Melihat.” [Asy-Sura: 11]Di antara sifat-sifat Dzatiyah Allah adalah As-Sam’u dan Al-Bashar. Jadi, Allahmemiliki sifat mendengar dan melihat, sesuai dengan keagungan-Nya, tidaksebagaimana mendengar dan melihatnya makhluk-Nya. Bahkan, pendengaran-Nya meliputi segala hal yang terdengar, dan Dia Melihat dan menyaksikan
 
 

segala sesuatu, sekalipun sesuatu tersebut tersembunyi secara lahir maupunbatin. [4]Seorang penyair berkata :Duhai Dzat Yang Melihat nyamuk, ketika mengembangkan sayapnyaDi kegelapan malam yang pekat dan kelamDan Melihat urat syaraf di lehernyaJuga otak yang didalam tulang-tulang nan amat mungil ituBerikanlah kepadaku, ampunan yang menghapuskanDosa-dosa yang kulakukan, sejak kali pertama Foote Note.[1]. Shahih Muslimâ€‌IV/2084. Lihat juga Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah‌, Al-Haras, hal. 42.[2]. Lihat Al-Ajwibah Al-Ushuliyah‌, hal.42[3]. Ar-Raudhah An-Nadiyah‌, hal. 74[4]. Lihat Ar-Raudhah An-Nadiyah‌, hal. 74 dan 112
 
AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
 Sifat : Al-Iradah, Al-Masyi’ah, Al-Mahabbah, Al-Mawaddah, Ar-Rahmah, Al-Maghfirah[11]. Sifat Al-Iradah Dan [12]. Sifat Al-Masyi’ah (Menghendaki)
 ٢٥٣.ُدِرُ َ ُَْفَ ا نِكـََو ْاُََْا َ ا ءَ ْََو 
“Artinya : Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan.Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” [Al-Baqarah : 253]
 ١٢٥َمََ ًجَرَ ًّيَض ُَْدَ ْَْَ ُِُ َأ ْِرُ نََو ِَْِِ ُَْدَ ْَرْشَ ُَِدْَ َأ ا ِِرُ نَمَ . َءَما ِ ُدصَ 
“Artinya : Siapa yang Allah berkehendak untuk memberikan petunjuk kepadanya,niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) Islam. Dan siapa yang Allahberkehendak untuk menyesatkannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesaklagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.”[Al-An’am : 125]Iradah (kehendak) Allah terbagi menjadi dua :
 
 

[1]. Al-Iradah Al-KauniyahAl-Iradah Al-Kauniyah ini bersinonim dengan Al-Masyi’ah. Iradah Kauniyah atauMasyi’ah ini berkenaan dengan apa saja yang hendak dilakukan dan diadakanoleh Allah Subhanallahu wa ta’ala Apabila Allah Subhanallahu wa ta’alamenghendaki terjadinya sesuatu, maka sesuatu itu terjadi begitu. Diamenghendakinya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
 ٨٢ُُكَيَ ْنُ ُَ َُَ ْَأ ًْيَ َاََأ اَذِإ ُُرْَأ َمِإ .
“Artinya : Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu,hanyalah berkata kepadanya “Kun” (Jadilah), maka jadilah ia.” [Yasin : 82]Jadi, apapun yang dikehendaki oleh Allah, niscaya terjadi, sedangkan apapunyang dikehendaki Allah untuk tidak terjadi, niscaya tidak terjadi.[2]. Al-Iradah Asy-Syar’iyahIradah ini berkaitan dengan apa saja yang diperintahkan oleh Allah kepadahamba-hamba-Nya, berupa hal-hal yang dicintai dan diridhai-Nya. Iradah inidisebutkan, misalnya, dalam firman Allah Ta’ala :
 ١٨٥َرْُْا ُُكِب ُدِرُ ََو َرْُيْا ُُكِب ا ُدِرُ .
“Artinya : Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendakikesukaran bagimu.” [Al-Baqarah : 185]Perbedaan Antara Kedua Iradah Ini.Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah bersifat umum, meliputi seluruh peristiwadan apapun yang terjadi di jagad raya ini, entah berupa kebaikan maupunkeburukan, kekafiran maupun keimanan, dan ketaatan maupun kemaksiatan.Adapun Al-Iradah Ad-Diniyah Asy-Syar’iyah bersifat khusus berkaitan denganapa saja yang dicintai dan diridhai oleh Allah, yang dijelaskan di dalam Al-Kitabdan As-sunah.Kedua Iradah di atas berpadu pada diri seorang hamba yang taat. Adapun orangyang bermaksiat dan kafir hanya mengikuti Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah.Artinya, ketaatan seseorang itu sesuai dengan iradah (kehendak) Allah, baik Al-Iradah Ad-Diniyah Asy-Syar’iyah maupun Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah.Adapun orang kafir, perbuatannya itu sesuai dengan iradah kauniyah qadariyah,tetapi tidak sesuai dengan iradah diniyah syar’iyah. [1][13]. Sifat Al-Mahabbah (Cinta) [14]. Al-Mawaddah (Cinta yang Murni)
 ١٩٥َنيِِْحُمْا ِحُ ا ِإ ْاَُِْَأَو .
 
 

“Artinya : Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yangberbuat baik.” [Al-Baqarah : 195]Cinta Allah itu merupakan sifat yang sesuai dengan keagungan-Nya,sebagaimana telah dijelaskan di muka. la merupakan sifat Fi’liyah, yang munculdisebabkan dilaksanakannya perintah Allah, yaitu ibadah kepada Allah denganbaik dan perbuatan baik kepada hamba-hamba-Nya. Demikian halnya sifatMawaddah. Karena Allah berfirman :
 ١٤ُوُَْا ُُفَغْا َُهَو .
“Artinya : Dan Dia Maha Pengampun dan Maha Pencinta dengan kecintaan yangmurni.” [Al-Buruj : 14]Al-Wudd artinya kecintaan yang bersih dan murni.[15]. Sifat Ar-Rahmah (Kasih Sayang), [16]. Al-Maghfirah (Mengampuni)
 ٧.ًمْِَو ًةَمْ ٍءْَ ُ َْِَو َبَ 
“Artinya : Wahai Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi sesutu.” [Ghafir :7]
 ١٠٧ُيِرا ُُفَغْا َُهَو .
“Artinya : Dan Dia Yang memberikan ampunan dan sayang.” [Yunus : 107]Pada ayat pertama, Allah menetapkan sifat rahmah bagi diri-Nya, sedangkanpada ayat kedua, Allah Subhanallahu wa ta’ala menetapkan sifat Maghfirah. Kitamenetapkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi diri-Nya, dengan artianyang layak bagi-NyaFoote Note.[1]. “Al-Aqidah Ath-Thawiyah‌, hal.116, Syarh Al-Wasithiyah‌Al-Haras, hal. 52 danAl-Ushuliyah‌, hal.48
 
AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
 Sifat : Ar-Ridha, Al-Ghadhab. As-Sukht, Al-La’n, Al-Karahiyah, Al-Wajhu, Al-Yadain, Al-Ainain
 
 

[17]. Sifat Ar-Ridha [18]. Al-Ghadhab (Marah) [19]. As-Sukht (Murka)[20]. Al-La’an (Melaknat) [2l]. Al-Karahiyah (Benci) [22]. Al-Asaf (Marah) [23]. Al-Maqt (Murka)
 ٨ُْَ اُضََو ْُْَ ُا َِض .
“Artinya : Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.” [Al-Bayyinah : 8]
 ٩٣ُََََو ِْيََ ا َِََو َيِ ًادِَخ ُََج ُُؤآَزََ ًادّمََ ًِْُ ْُْَ نََو .
“Artinya : Dan siapa membunuh seorang mukmin secara sengaja, makabalasannya adalah Jahannam, ia kekal di dalamnya, sedangkan Allah marah danmelaknatnya.” [An-Nisa’ : 93]
 ٢٨ُَاَْضِ اُهِرََو َا ََْَأ َ اُَتا ُُَِب َِَذ .
“Artinya : Itu dikarenakan mereka mengikuti apa yang menjadikan Allah murkadan mereka membenci keridhaan-Nya.” [Muhammad : 28]
 ٥٥َنيِَمْجَأ ْُهَْَرْََ ْُْِ َْمََا َُفَآ مََ .
“Artinya : Maka ketika mereka telah menyebabkan Kami marah, maka Kamimenghukum mereka.” [Az-Zukhruf : 55]
 ٣َُَْفَت َ َ اُُَت َأ ِا َدِ ًْَ َرُَ .
“Artinya : Amat besarlah kemurkaan di sisi Allah, jika kamu mengatakan apa-apayang tiada kamu kerjakan.” [Ash-Shaf : 3]
 ٤٦.ْُََِا ا َِرَ نِكـََو 
“Artinya : Tetapi Allah membenci keberangkatan mereka.” [At-Taubah : 46]Dalam ayat-ayat ini, Allah menetapkan bagi diri-Nya sifat Al-Ghadhab, marah,As-Sukht, murka, Ar- Ridha, Al-La’an (melaknat), Al-Karahiyah (benci), Al- Asaf (marah), serta Al-Maqt (murka). Ini semua merupakan sifat-sifat Af’al (perbuatan)yang dilakukan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, bila Dia menghendaki. Selainmenetapkan sifat-sifat Dzatiyah bagi Allah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah jugamenetapkan sifat-sifat Fi’liyah-Nya yang bersifat ikhtiyari (pilihan), dengan maknayang layak dengan keagungan-Nya.[24]. Al-Maji’ (Tiba) [25]. Al-Ityan (Datang)
 
 

 ٢١٠ُرْَا َِُَو ُةَكِئلَمْاَو ِَمَغْا َنّ ٍَُ ِ ا ُُَيِتْَ َأ ِإ َوُرُظَ ْَه .
“Artinya : Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan kedatangan Allah danmalaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlahperkaranya.” [Al-Baqarah : 210]
 ٢١.َ َ ُْَْا ِُ اَذِإ َ .٢٢فَ فَ ُََمْاَو َبَ ءَجَو .
“Artinya : Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut.Dan tibalah Rabbmu sedangkan malaikat berbaris-baris.” [Al-Fajr : 21-22]Ayat-ayat yang disebutkan oleh penulis ini, juga ayat-ayat yang lain, memuatpenetapan sifat Al-Maji’ (tiba’) dan Al-ltyan (datang), demikian pula sifat An-Nuzul(turun), sesuai dengan makna yang layak dengan keagungan Allah Ta’ala.Perbuatan-perbuatan ikhtiari ini dilakukan berkaitan dengan Al-Masyi’ah(kehendak) dan Al-Qudrah (kemampuan) Allah.[26]. Sifat Al-Wajhu (Wajah), [27]. Al-Yadain (Dua Tangan), [28]. Al-‘Ainain (DuaMata)
 ٢٧ِاَرْِْاَو ِََْا وُذ َّبَ ُْجَو ىَْََو .
“Artinya : Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dankemuliaan.” [Ar-Rahman : 27]
 ٤٨َِُيْَِب َِَ َّبَ ِْكُحِ ْرِْاَو .
“Artinya : Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, sesungguhnyakamu berada dalam penglihatan Mata Kami” [Ath-Thur : 48]
 
٧٥َدَيِب ُْََخ َمِ َدُْَت َأ ََََ َ .
“Artinya : Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” [Shad : 75]Dalam ayat-ayat ini terkandung penetapan wajah, dua tangan, dan dua matabagi Allah Ta’ala, dengan sifat yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Adapunhadits yang menunjukkan sifat dua mata ini, adalah sabda Nabi Sallallahu ‘alaihiwassalam :Artinya : Sesungguhnya Rabbmu tidak buta sebelah matanya.” [1]Foote Note.[1]. Fathul Bari‌XII/91 dan Muslim IV/2248
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Artinya : Sesungguhnya, Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”[Yusuf : 100].”Artinya : Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” [Al-An’am :18]Al-Ilmu merupakan salah satu sifat Dzatiyah yang tidak akan pernah lepas dariAllah Ta’ala. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, secara global maupun terperinci.Kebijaksanaan Allah berlaku di dunia maupun di akhirat. Apabila Allahmenyempurnakan sesuatu, maka sesuatu itu tidak mengandung kerusakan.Allah telah menciptakan manusia dan Dia Maha Suci, Maha Bijaksana, lagi MahaMengetahui. [2][6]. Sifat Ar-Rizq (Memberi Rezki) [7] . Al-Quwwah (Kuat) [8]. Al-Matanah (Kokoh)
٥٨ُنيِَمْا ِُْا وُذ ُقارا َُه َا ِإ .
“Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Pemberi Rezki, Yang MempunyaiKekuatan, dan Yang Sangat Kokoh.” [Adz-Dariat : 58]Ar-Razzaq artinya Yang banyak memberi rezki secara luas (sebagaimanaditunjukkan oleh shighah mubalaghah bentuk kata yang menyangatkan. Apapunrezki yang ada di alam semesta ini berasal dari Allah Ta’ala. Rezki itu ada dua :Pertama : Rezki yang manfaatnya berlanjut sejak di dunia hingga di akhirat, yaiturezki hati. Contohnya : Ilmu, iman, dan rezki halal.Yang kedua : Rezki yang secara umum diberikan kepada seluruh manusia, yangshalih maupun yang jahat, termasuk binatang dan lain-lain.Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki sifat Al-Quwwah (Kekuatan), Al-Qawiyartinya adalah Syadidul Quwwah (Sangat Kuat). Maka, Al-Qawiy merupakansalah satu nama-Nya, yang berarti Yang Memiliki Sifat Kuat. Adapun Al-Matinberarti Yang Memiliki Puncak Kekuatan dan Kekuasaan.[3].[9]. As-Sam’u (Mendengar) [10]. Al-Bashar (Melihat)
 
١١.ُريِصَا ُعيِما َُهَو ٌءْَ ِِْثِمَ َسْيَ 
“Artinya : Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya dan Dia MahaMendengar lagi Maha Melihat.” [Asy-Sura: 11]Di antara sifat-sifat Dzatiyah Allah adalah As-Sam’u dan Al-Bashar. Jadi, Allahmemiliki sifat mendengar dan melihat, sesuai dengan keagungan-Nya, tidaksebagaimana mendengar dan melihatnya makhluk-Nya. Bahkan, pendengaran-Nya meliputi segala hal yang terdengar, dan Dia Melihat dan menyaksikan
 
 

segala sesuatu, sekalipun sesuatu tersebut tersembunyi secara lahir maupunbatin. [4]Seorang penyair berkata :Duhai Dzat Yang Melihat nyamuk, ketika mengembangkan sayapnyaDi kegelapan malam yang pekat dan kelamDan Melihat urat syaraf di lehernyaJuga otak yang didalam tulang-tulang nan amat mungil ituBerikanlah kepadaku, ampunan yang menghapuskanDosa-dosa yang kulakukan, sejak kali pertama Foote Note.[1]. Shahih Muslimâ€‌IV/2084. Lihat juga Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah‌, Al-Haras, hal. 42.[2]. Lihat Al-Ajwibah Al-Ushuliyah‌, hal.42[3]. Ar-Raudhah An-Nadiyah‌, hal. 74[4]. Lihat Ar-Raudhah An-Nadiyah‌, hal. 74 dan 112
 
AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
 Sifat : Al-Iradah, Al-Masyi’ah, Al-Mahabbah, Al-Mawaddah, Ar-Rahmah, Al-Maghfirah[11]. Sifat Al-Iradah Dan [12]. Sifat Al-Masyi’ah (Menghendaki)
 ٢٥٣.ُدِرُ َ ُَْفَ ا نِكـََو ْاُََْا َ ا ءَ ْََو 
“Artinya : Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan.Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” [Al-Baqarah : 253]
 ١٢٥َمََ ًجَرَ ًّيَض ُَْدَ ْَْَ ُِُ َأ ْِرُ نََو ِَْِِ ُَْدَ ْَرْشَ ُَِدْَ َأ ا ِِرُ نَمَ . َءَما ِ ُدصَ 
“Artinya : Siapa yang Allah berkehendak untuk memberikan petunjuk kepadanya,niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) Islam. Dan siapa yang Allahberkehendak untuk menyesatkannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesaklagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.”[Al-An’am : 125]Iradah (kehendak) Allah terbagi menjadi dua :
 
 

[1]. Al-Iradah Al-KauniyahAl-Iradah Al-Kauniyah ini bersinonim dengan Al-Masyi’ah. Iradah Kauniyah atauMasyi’ah ini berkenaan dengan apa saja yang hendak dilakukan dan diadakanoleh Allah Subhanallahu wa ta’ala Apabila Allah Subhanallahu wa ta’alamenghendaki terjadinya sesuatu, maka sesuatu itu terjadi begitu. Diamenghendakinya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
 ٨٢ُُكَيَ ْنُ ُَ َُَ ْَأ ًْيَ َاََأ اَذِإ ُُرْَأ َمِإ .
“Artinya : Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu,hanyalah berkata kepadanya “Kun” (Jadilah), maka jadilah ia.” [Yasin : 82]Jadi, apapun yang dikehendaki oleh Allah, niscaya terjadi, sedangkan apapunyang dikehendaki Allah untuk tidak terjadi, niscaya tidak terjadi.[2]. Al-Iradah Asy-Syar’iyahIradah ini berkaitan dengan apa saja yang diperintahkan oleh Allah kepadahamba-hamba-Nya, berupa hal-hal yang dicintai dan diridhai-Nya. Iradah inidisebutkan, misalnya, dalam firman Allah Ta’ala :
 ١٨٥َرْُْا ُُكِب ُدِرُ ََو َرْُيْا ُُكِب ا ُدِرُ .
“Artinya : Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendakikesukaran bagimu.” [Al-Baqarah : 185]Perbedaan Antara Kedua Iradah Ini.Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah bersifat umum, meliputi seluruh peristiwadan apapun yang terjadi di jagad raya ini, entah berupa kebaikan maupunkeburukan, kekafiran maupun keimanan, dan ketaatan maupun kemaksiatan.Adapun Al-Iradah Ad-Diniyah Asy-Syar’iyah bersifat khusus berkaitan denganapa saja yang dicintai dan diridhai oleh Allah, yang dijelaskan di dalam Al-Kitabdan As-sunah.Kedua Iradah di atas berpadu pada diri seorang hamba yang taat. Adapun orangyang bermaksiat dan kafir hanya mengikuti Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah.Artinya, ketaatan seseorang itu sesuai dengan iradah (kehendak) Allah, baik Al-Iradah Ad-Diniyah Asy-Syar’iyah maupun Al-Iradah Al-Kauniyah Al-Qadariyah.Adapun orang kafir, perbuatannya itu sesuai dengan iradah kauniyah qadariyah,tetapi tidak sesuai dengan iradah diniyah syar’iyah. [1][13]. Sifat Al-Mahabbah (Cinta) [14]. Al-Mawaddah (Cinta yang Murni)
 ١٩٥َنيِِْحُمْا ِحُ ا ِإ ْاَُِْَأَو .
 
 

“Artinya : Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yangberbuat baik.” [Al-Baqarah : 195]Cinta Allah itu merupakan sifat yang sesuai dengan keagungan-Nya,sebagaimana telah dijelaskan di muka. la merupakan sifat Fi’liyah, yang munculdisebabkan dilaksanakannya perintah Allah, yaitu ibadah kepada Allah denganbaik dan perbuatan baik kepada hamba-hamba-Nya. Demikian halnya sifatMawaddah. Karena Allah berfirman :
 ١٤ُوُَْا ُُفَغْا َُهَو .
“Artinya : Dan Dia Maha Pengampun dan Maha Pencinta dengan kecintaan yangmurni.” [Al-Buruj : 14]Al-Wudd artinya kecintaan yang bersih dan murni.[15]. Sifat Ar-Rahmah (Kasih Sayang), [16]. Al-Maghfirah (Mengampuni)
 ٧.ًمْِَو ًةَمْ ٍءْَ ُ َْِَو َبَ 
“Artinya : Wahai Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi sesutu.” [Ghafir :7]
 ١٠٧ُيِرا ُُفَغْا َُهَو .
“Artinya : Dan Dia Yang memberikan ampunan dan sayang.” [Yunus : 107]Pada ayat pertama, Allah menetapkan sifat rahmah bagi diri-Nya, sedangkanpada ayat kedua, Allah Subhanallahu wa ta’ala menetapkan sifat Maghfirah. Kitamenetapkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi diri-Nya, dengan artianyang layak bagi-NyaFoote Note.[1]. “Al-Aqidah Ath-Thawiyah‌, hal.116, Syarh Al-Wasithiyah‌Al-Haras, hal. 52 danAl-Ushuliyah‌, hal.48
 
AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH
 Sifat : Ar-Ridha, Al-Ghadhab. As-Sukht, Al-La’n, Al-Karahiyah, Al-Wajhu, Al-Yadain, Al-Ainain
 
 

[17]. Sifat Ar-Ridha [18]. Al-Ghadhab (Marah) [19]. As-Sukht (Murka)[20]. Al-La’an (Melaknat) [2l]. Al-Karahiyah (Benci) [22]. Al-Asaf (Marah) [23]. Al-Maqt (Murka)
 ٨ُْَ اُضََو ْُْَ ُا َِض .
“Artinya : Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya.” [Al-Bayyinah : 8]
 ٩٣ُََََو ِْيََ ا َِََو َيِ ًادِَخ ُََج ُُؤآَزََ ًادّمََ ًِْُ ْُْَ نََو .
“Artinya : Dan siapa membunuh seorang mukmin secara sengaja, makabalasannya adalah Jahannam, ia kekal di dalamnya, sedangkan Allah marah danmelaknatnya.” [An-Nisa’ : 93]
 ٢٨ُَاَْضِ اُهِرََو َا ََْَأ َ اُَتا ُُَِب َِَذ .
“Artinya : Itu dikarenakan mereka mengikuti apa yang menjadikan Allah murkadan mereka membenci keridhaan-Nya.” [Muhammad : 28]
 ٥٥َنيِَمْجَأ ْُهَْَرْََ ْُْِ َْمََا َُفَآ مََ .
“Artinya : Maka ketika mereka telah menyebabkan Kami marah, maka Kamimenghukum mereka.” [Az-Zukhruf : 55]
 ٣َُَْفَت َ َ اُُَت َأ ِا َدِ ًْَ َرُَ .
“Artinya : Amat besarlah kemurkaan di sisi Allah, jika kamu mengatakan apa-apayang tiada kamu kerjakan.” [Ash-Shaf : 3]
 ٤٦.ْُََِا ا َِرَ نِكـََو 
“Artinya : Tetapi Allah membenci keberangkatan mereka.” [At-Taubah : 46]Dalam ayat-ayat ini, Allah menetapkan bagi diri-Nya sifat Al-Ghadhab, marah,As-Sukht, murka, Ar- Ridha, Al-La’an (melaknat), Al-Karahiyah (benci), Al- Asaf (marah), serta Al-Maqt (murka). Ini semua merupakan sifat-sifat Af’al (perbuatan)yang dilakukan oleh Allah ‘Azza wa Jalla, bila Dia menghendaki. Selainmenetapkan sifat-sifat Dzatiyah bagi Allah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah jugamenetapkan sifat-sifat Fi’liyah-Nya yang bersifat ikhtiyari (pilihan), dengan maknayang layak dengan keagungan-Nya.[24]. Al-Maji’ (Tiba) [25]. Al-Ityan (Datang)
 
 

 ٢١٠ُرْَا َِُَو ُةَكِئلَمْاَو ِَمَغْا َنّ ٍَُ ِ ا ُُَيِتْَ َأ ِإ َوُرُظَ ْَه .
“Artinya : Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan kedatangan Allah danmalaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlahperkaranya.” [Al-Baqarah : 210]
 ٢١.َ َ ُْَْا ِُ اَذِإ َ .٢٢فَ فَ ُََمْاَو َبَ ءَجَو .
“Artinya : Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut.Dan tibalah Rabbmu sedangkan malaikat berbaris-baris.” [Al-Fajr : 21-22]Ayat-ayat yang disebutkan oleh penulis ini, juga ayat-ayat yang lain, memuatpenetapan sifat Al-Maji’ (tiba’) dan Al-ltyan (datang), demikian pula sifat An-Nuzul(turun), sesuai dengan makna yang layak dengan keagungan Allah Ta’ala.Perbuatan-perbuatan ikhtiari ini dilakukan berkaitan dengan Al-Masyi’ah(kehendak) dan Al-Qudrah (kemampuan) Allah.[26]. Sifat Al-Wajhu (Wajah), [27]. Al-Yadain (Dua Tangan), [28]. Al-‘Ainain (DuaMata)
 ٢٧ِاَرْِْاَو ِََْا وُذ َّبَ ُْجَو ىَْََو .
“Artinya : Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dankemuliaan.” [Ar-Rahman : 27]
 ٤٨َِُيْَِب َِَ َّبَ ِْكُحِ ْرِْاَو .
“Artinya : Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Rabbmu, sesungguhnyakamu berada dalam penglihatan Mata Kami” [Ath-Thur : 48]
 
٧٥َدَيِب ُْََخ َمِ َدُْَت َأ ََََ َ .
“Artinya : Apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku.” [Shad : 75]Dalam ayat-ayat ini terkandung penetapan wajah, dua tangan, dan dua matabagi Allah Ta’ala, dengan sifat yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Adapunhadits yang menunjukkan sifat dua mata ini, adalah sabda Nabi Sallallahu ‘alaihiwassalam :Artinya : Sesungguhnya Rabbmu tidak buta sebelah matanya.” [1]Foote Note.[1]. Fathul Bari‌XII/91 dan Muslim IV/2248
 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan